| 0 komentar ]


Di Indonesia, tumbuh industri pangan modern dan tradisional sehingga diperlukan perlindungan konsumen pangan melalui jaminan mutu terhadap sistem rantai pangan. Berbagai sistem untuk memberikan jaminan keamanan pangan salah satunya adalah sistem HACCP. Sistem HACCP merupakan salah satu cara agar produk pangan aman dikonsumsi manusia. Hubungan HACCP dan jenis industri pangan sangat mempengaruhi pendekatan penerapan sistem HACCP yang akan dilaksanakan.
HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) merupakan sistem penerapan untuk mengidentifikasi bahaya spesifik yang ada dan melakukan pencegahan dan pengendalian bahaya spesifik bahan pangan dalam sistem rantai pangan, yaitu mulai dari produksi pangan di lahan pertanian, penyimpanan di gudang, processing di pabrik, distribusi atau pemasaran dan konsumsi. Di mana dalam sistem HACCP ini merupakan sistem manajemen keamanan pangan melalui pendekatan pengawasan titik kritis dalam penanganan pangan untuk mencegah timbulnya masalah keamanan pangan.


Hazard atau bahaya adalah sesuatu yang menimbulkan bahaya pada produk pangan terhadap kesehatan manusia, karena adanya kontaminan kimia, biologi dan fisik. Critical control points atau titik pengendalian kritis adalah titik, tahap atau prosedur dimana pengendalian mampu diterapkan dan bahaya spesifik yang dapat dicegah atau dikurangi sampai batas yang dapat diterima.
Konsep sistem HACCP digunakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan resiko terkontaminasinya bahan pangan oleh mikroba patogen dalam industri pangan. Secara mikrobiologi, sistem HACCP adalah memperoleh produk pangan untuk konsumen setiap saat yang bebas dari kerusakan atau pembusukan dan tidak menyebabkan penyakit karena aktivitas mikroba patogen. Sistem HACCP meliputi kegiatan saling terkait dengan keamanan pangan dalam sistem rantai pangan.
Perkembangan industri pangan yang semakin maju akan menuntut setiap Negara untuk melakukan kerjasama untuk memenuhi kebutuhannya. Isu-isu seperti keamanan pangan menjadi pertimbangan pada suatu negara untuk menerima produk pangan dari negara yang bersangkutan. Untuk mengatasi masalah tentang produk pangan tersebut, maka industri pangan yang berorientasi ekspor harus memenuhi standar mutu internasional.
Atas dasar uaraian di atas, kami Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan akan melaksanakan suatu kegiatan Seminar HACCP.

0 komentar

Posting Komentar